Sejak zaman dahulu, Indonesia memang sudah sangat terkenal akan keberagaman tanaman hiasnya seperti bunga mawar, melati, anggrek, dan masih banyak lagi yang lainnya. Di Indonesia sendiri, para penggemar tanaman hias sepertinya sudah mulai menjamur di mana saja.
Berbicara mengenai tanaman hias kurang lengkap rasanya jika kita tidak membahas tanaman yang akhir – akhir ini tengah naik daun yakni kastuba merah. Kastuba atau poinsettia adalah tanaman subtropis yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan Amerika Tengah. Nama 'poinsettia' diambil dari nama duta besar pertama Amerika Serikat untuk Meksiko, Joel Roberts Poinsett, yang memperkenalkan tanaman hias ini ke AS pada tahun 1825.
Di mancanegara, tanaman ini sering ditanam di taman ataupun di pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Hal ini dikarenakan tanaman ini memiliki penampilan yang sangat cantik. Bagaimana tidak? daun kastuba merah sendiri memiliki dua warna, yakni berwarna merah pada daun bagian atas dan berwarna hijau pada daun bagian bawah.
Secara fisik, kastuba merah termasuk kedalam jenis tanaman perdu yang mempunyai batang berkayu, bercabang, dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 0,6 – 4 meter, dan jika dilukai akan mengeluarkan getah berwarna putih seperti susu.
Daunnya berjenis menyirip, memiliki rambut halus pada bagian bawah daun, berbentuk seperti daun sirih dengan panjang 7 – 15 cm dan lebar 2 – 6 cm. Tanaman ini juga memiliki bunga majemuk berwarna kuning dan berbentuk cawan yang biasa tumbuh pada bagian ujung tangkai.
Dalam pertumbuhannya, tanaman kastuba merah akan tumbuh dengan baik jika ditempatkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Meskipun demikian, tanaman ini tetap memerlukan sinar matahari terutama sinar matahari pagi. Oleh karena itu tanaman kastuba merah biasanya ditanam di dalam ruangan atau pada tempat yang memiliki naungan.
Agar pertumbuhan tanaman ini menjadi subur dan sehat, perlu dilakukan perawatan berupa penyiraman dan pemupukan. Untuk penyiramannya sendiri bisa dilakukan setiap satu kali sehari sebanyak 100 cc air/pot. Banyaknya air penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan cuaca. Jika cuaca tidak terlalu panas, banyaknya air penyiraman bisa dikurangi.
Selain cantik dilihat, siapa sangka ternyata daun kastuba merah juga memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan seperti menormalkan siklus haid, menghentikan pendarahan (hemostatis), mempercepat penyembuhan tulang yang patah, menghilangkan bengkak, dan melancarkan keluar nya ASI.
Untuk penyakit dalam, caranya adalah dengan meminum air rebusan daun kastuba sedangkan untuk penyakit luar, caranya adalah dengan menumbuk halus daun kastuba, lalu di tempelkan pada bagian yang sakit.
Spesifikasi :Nama : Kastuba Merah.Bibit berasal dari : Stek.Tinggi tanaman saat dikirim : 15 – 35 cm.Rekomendasi dataran : Dataran rendah ataupun dataran tinggi, ketinggian ideal 400 – 700 mdpl.Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis.Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari dengan naungan.Jika ditanam di potDiameter pot : 20 – 30 cm.Media tanam : Tanah humus atau tanah kompos.Penyiraman : Satu kali sehari.Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk NPK daun.
Anda berminat untuk membudidayakannya?silahkan hubungi team customer service kami dengan:
Phone/Sms/Whatsapp : 08788 08788 66 (Adi)
081385988798 (Suranto)
Alamat : Desa. Karanglo Rt.05 Rw.05 No.9
Kelurahan. Kebonrejo - Kecamatan. Salaman
Kabupaten. Magelang
Kode Pos. 56162
Instagram : Central_Bibit
Facebook : Central Bibit Unggul
No comments:
Post a Comment